Friday, July 30, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Motivation

Pembahasan SMS & Telepon

Happy - Jakarta : 
Bagaimana menghadapi lingkungan dan pimpinan yang tidak menghargai pekerjaan yang kita cintai ? 
J : George Bernard Shaw berkata bahwa orang sukses berusaha mencari dunia yang cocok dengan hati dan pikirannya. Namun jika dia tidak menemukan dunia semacam itu maka dia akan menciptakannya sendiri. Karena itu carilah tempat atau perusahaan yang mempunyai nilai sama dengan Anda. Jika tidak ada maka ciptakan saja sendiri. Namun demikian harus juga diperhatikan tawar menawar dengan nilai ekonomis dan ideal, karena kita hidup dengan kedua hal itu, jadi seimbangkanlah keduanya. Karena bekerja, selain untuk mencari nafkah, juga sekaligus untuk mencari kebahagiaan. Dan ingat jika hanya ruang kerja itu berdimensi psikologi dan spiritual maka ruang kerja itu menjadi ruang kerja yang membangun dan menyehatkan. 

Susilo – Jakarta :
Awalnya saya senang dengan pekerjaan saya, namun ketika kondisi keuangan kantor menurun dan kantor bermerger dengan perusahaan lain, maka tekanan menjadi tinggi dan banyak teman senior yang resign. Akhirnya bekerja juga jadi berat dan kurang nyaman. Bagaimana menghadapinya ?
J : Ketidaknyamanan itu selalu bermakna positif. Karena itu mendorong kita kearah yang kita inginkan. Tapi hidup tidak selalu statis, dimana kita kita pasti mengalami suatu kultur berubah. Karena itu seimbangkan dengan mencari tempat atau perusahaan yang mempunyai nilai sama dengan Anda dan kalau memang tidak ada maka ciptakan saja kesenangan sendiri dalam pekerjaan. 

Suwardi :
Apa yang dimaksud dengan Corporate Culture dan Corporate Culture apa yang cocok untuk perusahaan berkembang ?
J : Corporate Culture (CC) berisi nilai, prinsip, etos, kebiasaan dan ritual yang biasanya dimulai oleh foundernya. CC harusnya senada dengan tuntutan dunia perusahaan pada jamannya. Seperti yang sekarang tengah menjadi trend an berjalan adalah kualitas, service dan excellent. CC yang berhasil juga adalah yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dimana bisnis kita berada. Kabar baiknya 8 etos sangat cocok untuk dijadikan CC yang paten. 

Jeff – Jakarta :
Fenomena apa yang terjadi pada mereka yang mengatakan bahwa mereka bekerja hanya karena uang. Namun ada juga karyawan yang selalu siap ketika ditugaskan kemana saja dengan tugas apa saja ?
J : Ini adalah fenomena ketergodaan, dimana orang terorientasi pada sesuatu yang dangkal dalam hal ini ‘hanya uang’. Dan jika apa yang kita lakukan berorientasi hanya pada hal komersial yang dangkal maka kita kehilangan kualitas. 

Lia – Semarang :
Bagaimana menyadarkan sekaligus mewarnai rekan kerja yang bekerja 
atas dasar uang dan tidak mencintai pekerjaan ?
J : Pendidikan adalah jawabnya. Karena itu undanglah guru untuk mencerahkan atau juga buku – buku pencerahan kepada mereka. 

Andre – pekanbaru :
Apakah boleh memposisikan pekerjaan kita untuk batu loncatan ? 
J : Memposisikan pekerjaan sebagai batu loncatan adalah pilihan. Namun sebaiknya gunakanlah pekerjaan itu sebaga ajang belajar, mencari pengalaman dan memperkaya diri sendiri secara batiniah dan intelektual. Pada waktu yang sama kita juga harus secara seimbang memperkaya dunia kerja kita itu, sehingga situasinya bisa sama – sama menyenangkan. 

Kristian - SMS :
Apakah kita harus tetap mencintai pekerjaan kita walau kenyataanya pekerjaan itu sudah tidak lagi memberikan tantangan dan tidak mengembangkan potensi kita. Atau malah harus mencari pekerjaan lain ?
J : Cobalah untuk terus mencari tantangan di dunia yang sekarang kita geluti yang belum di eksplor sebelumnya. Kuaklah, masukilah dan dalamilah dengan asik. Karena dunia kerja itu sangat luas untuk bisa kita gali dengan aktif. 

Mei - SMS :
Bagaimana cara membangkitkan cinta dan menghargai diri sendiri sebagai kunci untuk mencintai anak, keluarga dan hidup ?
J : Hal yang harus dilakukan adalah dengan SADAR putuskan untuk menikmati setiap detik kehidupan yang kita jalani.(hac)

Realtime Live Streaming

Login Form