Friday, July 30, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Motivation

Pembahasan Email dan SMS

Saya merasa tertekan di tempat kerja saya. Saya adalah seorang wakil atasan yang invalid karena tidak peduli sama sekali dengan pekerjaannya, sehingga sayalah yang harus melaksanakan segala tugasnya. Saya sudah bicarakan dengan atasan mengenai kelakuannya ini tapi tidak ada tanggapan.  Apa yang harus saya lakukan ? Susan – BekasiHanya pihak manajemen yang bisa memecat karyawan seperti ini. Bicarakanlah masalah ini dengan HRD terlebih dulu. Jika HRD tidak beraksi mulailah naik banding untuk bicara dengan atasan yang lebih tinggi. Namun jika hal ini pun tidak berhasil, maka waktunya Anda untuk minta dipindahkan ke divisi lain atau jika perlu cobalah melirik perusahaan lain yang lebih dapat menghargai Anda.

Saat ini saya tengah bertugas di Palembang dan masih dalam masa percobaan. Namun istri saya kurang senang dengan kepindahan ini. Akhirnya kami pisah tempat. Masalah lain muncul dari atasan yang meragukan kemampuan interpersonal saya. Padahal dulu saya sering ditunjuk menjadi pimpinan informal di organisasi kampus. Apa yang harus saya lakukan dengan istri saya dan kenapa atasan saya menilai seperti itu ? Tinton-Palembang

Untuk pekerjaan di Palembang yang harus Anda lakukan adalah menjalaninya saja terlebih dahulu sambil mempelajari wilayah baru ini. Toh saat ini kan masih dalam masa percobaan. Namun jika perkembangannya harus menetap di Palembang, maka Anda harus membicarakannya dengan istri mengenai kondisi yang ada dan yakinkan bahwa jika memang pilihannya memang tinggal berjauhan tapi jangan sampai mengurangi keharmonisan. Karena yang penting dari suatu hubungan berkualitas adalah komunikasi yang intens. 

Sedangkan untuk menghadapi bos yang belum melihat ketrampilan interpersonal Anda, sabar saja dan lakukan prinsip berlian. Artinya buatlah diri Anda berprestasi dengan mengungkap pemikiran, ide dan inisiatif Anda. 

Saat ini saya punya banyak sekali kekhawatiran sehingga membuat saya sulit tidur. Salah satunya adalah memikirkan nasib saya di perusahaan setelah adanya implementasi SAP ditempat kami. Sebenarnya saya tidak bermasalah dengan implementasi ini, hanya saja saya tertular kecemasan teman saya yang resah. Dan di rumah saya mencemaskan suami saya yang menginginkan pensiun dini. Saya harus bagaimana ? (Rita-Jakarta)

Hilangkan kecemasan karena implementasi SAP. Asah saja keterampilan Personal Mastery Anda dan percayalah Anda mempunyai kemampuan mengatasi masalah lebih dari apa yang Anda bayangkan. Dan untuk masalah suami yang ingin pensiun dini lebih baik bicarakan saja dengannya mengenai baik buruknya mengambil penisun dini dan rencana kegiatan setelah pensiun. 

Saya ditinggal mantan pacar yang menikah dengan orang lain, padahal pacaran kami serius. Putusnya kami ini dipicu oleh oleh pengaruh keluarga yang membesar – besarkan perbedaan. Namun ketika kami akan putus pun ada kata – kata dari mantan yang makin membuat saya sakit hati. Dan setiap saya mengingat kata – kata itu sakitnya masih terasa walau sudah dua tahun berlalu. Saya jadi menyimpan dendam dan ingin membalasnya. (Wulan-Jakarta)

Bingkai ulang pengalaman Anda tersebut. Lalu cari makna pembelajaran dari peristiwa itu. Kita tidak bisa melupakan kenangan – kenangan buruk tapi lihatlah dari sudut pandang berbeda. Berdamailah dengan kenangan itu dan berikan arti bermakna daripada terus menyesalinya. Lepaskan semua masalah Anda dan tinggalkan di belakang. Kemudian ubah kebencian dan kemarahan menjadi energi positif. Tunjukkan bahwa Anda sekarang bisa menjadi lebih baik, lebih damai dan lebih positif. Karena Anda berhak untuk bahagia dan mempunyai kehidupan masa depan yang jauh lebih baik. 

Bagaimana menghadapi Toxic Employee ? (Herdian-Surabaya)

Toxic Employee adalah mereka yang bermasalah dengan mental mereka sehingga meracuni orang – orang yang ada disekitarnya. Moralitas kerja juga jadi menurun. Agar mereka tidak semakin menjalar maka batasilah pengaruhnya. Up date selalu kepada atasan mengenai kondisi si Toxic Employee ini karena mereka ini biasa selalu selangkah lebih maju dalam hal up date. Batasi juga akses si Toxic Employee ini dengan rekan lain yang positif agar tidak terjangkit virusnya. Namun sebenarnya sebelum Toxic Employee ini semakin menyebar, seharusnya atasan memberikan bimbingan agar nantinya mereka tidak berulah. Yakinkan kepada mereka ketidaksukaan kita akan sikapnya yang Toxic Employee. Namun jika bimbingan tidak berpengaruh maka berikanlah konsekuensi yang jelas padanya. (hac)

Realtime Live Streaming

Login Form