Friday, September 10, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Motivation

EMOTIONAL INTELLIGENCE LESSONS FROM BARRACK OBAMA

Pada tanggal 20 Januari 2009, Barack Husein Obama akhirnya resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke 44. Perjalanan beliau yang penuh perjuangan serta latar belakangnya yang multirasial menjadi  fenomena yang amat menarik. Dalam usianya yang relatif muda, Presiden ini menyihir banyak orang melalui pidato-pidato, pemikirannya, dan juga kehidupan pribadinya. Perjuangannya sendiri menjadi bahan pembicaraannya yang menarik.

Ada tiga tahap kehidupan yang dialami Obama sebelum akhirnya menjadi Presiden sekarang ini. Yaitu fase Inisiasi, Transisi dan Aktualisasi. 

Di fase inisiasi ini atau fase awal kehidupannya, Obama kehilangan figur ayah. Ayahnya yang berasal dari Kenya dan berkulit hitam mewariskan warna gelap untuk kulitnya. Hal ini membuatnya mengalami kebingungan. Karena saat sekolah, rasialisme masih ada, dimana untuk kulit putih (ras milik ibundanya) Obama termasuk gelap, sedangkan untuk masuk kulit hitam, Obama terhitung terang. Namun kehilangan dan kebingungannya dimasa kecil dan remaja ini membuatnya bisa berekonsiliasi dengan masa lalu. Dan dia menganggap bahwa masa depannya tidak tergantung dari masa lalunya. Ini adalah hal yang bisa kita pelajari bahwa kita tidak akan betul – betul sukses jika belum berdamai dengan masa lalu kita.  

Pada fase berikut dalam kehidupannya dia mengalami Transisi, dari kehilangan dan kebingungan menjadi seorang yang bisa lebih berempati. Rasa ini muncul karena pergaulannya dengan para pegawai yang berpenghasilan rendah dan taraf kehidupan yang juga sama. Obama bisa menerima itu, Obama tidak berhenti hanya pada menerima tapi juga berusaha dan mengapresiasi apa yang dimiliki dan yang telah berhasil dicapainya. Obama juga merasa bangga dengan pencapaiannya itu. Ini artinya Obama mampu keluar dari kepompong kesedihannya dan maju serta fokus pada apa yang dimiliki dan ingin diraihnya. Dan pada fase inilah Obama mulai menapaki jalur politiknya. 

Fase berikutnya adalah Aktualisasi. Pada masa ini Obama sangat diuntungkan karena dia berjumpa dengan orang – orang yang mendukung dia dan membuat dia mampu mengembangkan potensi dirinya sehingga membentuk Obama seperti sekarang ini. Salah satu orang yang berpengaruh dalam perjalananannya menuju Gedung Putih yaitu Saul Alinskie. Saul diakui Obama sebagai salah satu mentor yang selalu memberikannya semangat dan dukungan.  Selain itu juga keluwesan Obama ketika berhubungan dengan orang lain memudahkan dirinya untuk menyusun jejaring. 

Obama adalah seorang Dare Dreamer, orang yang mampu bermimpi dan membalutnya dengan emosi, serta melakukan aksi untuk mewujudkan mimpinya itu. 

Dari keseluruhan fase yang dihadapi Obama, kita bisa belajar satu hal dari dirinya yaitu Tehnik Agitasi Emosi. Agitasi Emosi adalah suatu tehnik memanfaatkan kekuatan emosi untuk meraih apa yang kita inginkan. Tehnik ini bisa digunakan dengan cara membuat diri sendiri marah dengan situasi dan kondisi kita hingga terasa sakit, gelisah dan cemas. Dan rasa sakit ini bisa mendorong diri kita keluar dari zona nyaman untuk meraih kesuksesan dan berpikir lebih kreatif. (hac)

Realtime Live Streaming

Login Form