Motivation
EQ LEADERSHIP
Untuk memimpin dengan baik, tidak hanya diperlukan strategi yang handal tapi juga kecerdasan emosi yang baik. Karena ketika memimpin, kita pasti akan terlibat dengan banyak orang khususnya bawahan yang berbeda keinginan dan karakternya. Namun keterlibatan pemimpin dengan bawahan ini bersifat formal, sehingga membuat suasana menjadi kaku dan komunikasi tidak berjalan dengan baik. Dan ini akan mengakibatkan ketidaknyamanan. Jika ini terus berlanjut maka akan berpengaruh pada koordinasi dan kinerja tim kerja, karena pada tataran ini pemimpin telah mengalami ketidakmampuan untuk memotivasi, menginspirasi dan menyalurkan energi positif.
Pola ini harus diubah. Waktunya bagi pemimpin untuk membuka komunikasi efektif dengan bawahannya. Cara pertama yang harus dilakukan adalah dengan mempunyai kesadaran diri. Dengan kesadaran diri, maka kita akan tahu tentang diri kita. Dengan mengetahui diri kita, maka kita akan tahu bagaimana cara mendekati orang lain, yang kemudian akan berimbas pada mengetahui cara memotivasi dan menginspirasi orang lain. Pemimpin juga perlu untuk mempunyai kecerdasan emosi tinggi agar mampu membaca perasaan orang.
Berikut adalah tips bagi para pemimpin yang ingin meningkatkan kecerdasan emosinya. Pertama adalah berhati – hati dengan perkiraan kita. Perkiraan kita ini muncul dari data – data yang kita kumpulkan dan kita simpulkan sendiri. Ini jika dibiarkan maka emosi kita akan mengalami kekeruhan. Karena itu cobalah untuk mendengarkan dengan empati. Dengarkan tidak melulu dengan telinga tapi juga hati. Cobalah rasakan apa yang mereka rasakan ketika bercerita tersebut. Dengan melakukan itu orang akan merasakan ketulusan kita. Dengan adanya ketulusan, maka kita bisa menghilangkan gap komunikasi antara atasan dan bawahan. (hac)
Realtime Live Streaming
Smart Programs
- Smart Emotion ( 55 )
- Smart Etos ( 56 )
- Smart Motivation ( 37 )
- Smart Sharing on Sales and Marketing ( 57 )