Friday, July 30, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Motivation

Refleksi 100 Tahun Kebangkitan Nasional

Setiap tanggal 20 Mei bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun.

Masa ini diawali dengan dua peristiwa penting Boedi Oetomo (1908) dan Sumpah Pemuda (1928).

Budi Utomo lahir dari pertemuan-pertemuan dan diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen oleh beberapa mahasiswa, antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda), serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu.

Para pejabat pangreh praja (sekarang pamong praja) kebanyakan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan jabatan. Dalam praktik mereka pun tampak menindas rakyat dan bangsa sendiri, misalnya dengan menarik pajak sebanyak-banyaknya untuk menyenangkan hati atasan dan para penguasa Belanda. Para pemuda mahasiswa itu juga menyadari bahwa orang-orang lain mendirikan perkumpulan hanya untuk golongan sendiri dan tidak mau mengajak orang lain yang berada di luar golongannya. Mereka membuat eksklusifitas untuk perkumpulannya sendiri. Para pemuda itu akhirnya berkesimpulan bahwa merekalah yang harus mengambil prakarsa menolong rakyatnya sendiri. Pada waktu itulah muncul gagasan Soetomo untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang akan mempersatukan semua orang Jawa, Sunda, dan Madura yang diharapkan bisa dan bersedia memikirkan serta memperbaiki nasib bangsanya. Perkumpulan ini tidak bersifat eksklusif tetapi terbuka untuk siapa saja tanpa melihat kedudukan, kekayaan, atau pendidikannya.

Dan sekarang tanpa terasa sudah 100 tahun kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, suatu hari yang sebenarnya mengingatkan kita akan cita – cita besar bangsa mempersatukan bangsa.

Namun demikian setelah 100 tahun kita juga menanyakan makna besar kebangkitan nasional, karena sampai sekarang cita – cita itu masih belum terwujud dan masih harus diperjuangkan. Seabad bukanlah waktu yang singkat dalam hitungan waktu, namun untuk sebuah perjuangan waktu seabad berlalu dengan cepat. Karena itulah tepat kiranya momen seratus tahun Kebangkitan Nasional dijadikan sebagai sarana refleksi diri dan bangsa. Ini saatnya kita kembali menghadirkan roh dan jiwa kebangsaan Indonesia dalam diri dan pribadi kita masing – masing.

Seperti yang dicita-citakan organisasi Budi Utomo yang ingin menyatukan pemuda dalam organisasi terbuka dan bukan bedasarkan kelompok tertentu, maka selayaknya kita perlu menjadikan persatuan sebagai penyemangat untuk bangkit sejajar dengan negara lain di dunia. Maka dengan adanya semboyan Adiluhung, Bhineka Tunggal Ika, Berbeda Tapi Satu Juga adalah sebuah simbol kekayaan bangsa yang perlu kita pupuk untuk menjadi solusi kebangkitan bersama. Hanya dengan persatuan dalam kebersamaan kita mampu membangun kembali harga diri bangsa. Dengan semangat tersebut kita bisa mengenali kelemahan dan kekurangan kita sehingga hal tersebut dapat kita jadikan sarana evaluasi untuk mengembalikan harkat dan martabat kita.

Mari secara tegas dan tuntas kita buang segala hal negatif seperti disintegrasi, tidak disiplin, malas, enggan belajar serta semua sifat dan sikap yang akan membelenggu kita pada keterpurukan. Tentu ini membutuhkan kerjasama semua pihak. Kita tumbuhkan kekayaan mental untuk membuktikan bahwa sukses juga hak bangsa kita. Success is Indonesian’s right !

Dengan semangat 100 tahun Kebangkitan Bangsa kita bangun kembali roh dan jiwa sebagai bangsa Indonesia yang satu. Dan mulailah kebangkitan positif itu dari diri sendiri dan lakukanlah tindakan nyata untuk kesejajaran bangsa kita dengan bangsa lain di dunia.
BANGKITLAH INDONESIA !

BANGKITLAH INDONESIA !

BANGKITLAH INDONESIA ! 

Realtime Live Streaming

Login Form