Features
Setiap Insan Adalah Spesial
David melakukan hal itu pasti karena ada alasan tertentu. Bisa jadi David merasa sudah tidak merasa spesial lagi karena telah kehilangan beasiswanya. Bukan hal yang mudah menghadapi hal ini, apalagi jika ini terus dipendam sendiri.
Berikut ini adalah ilustrasi mengenai penerimaan dan keistimewaan pribadi, yang bisa menginspirasi kita bahwa hidup ini adalah mengenai menempatkan orang pada porsinya.
Alkisah di kelas sekolah dasar, ada seorang Guru yang mempunyai topik bahasan Setiap Insan adalah Spesial. Guru itu berkata bahwa kehadiran manusia di dunia ini begitu berarti dan penting, termasuk anak – anak yang menjadi muridnya. Guru itu juga berkata bahwa semua guru yang mengajar di sekolah itu, pasti menyayangi mereka karena mereka adalah pribadi yang penting dan spesial. Hari ini Guru itu membawa stiker khusus bertuliskan warna merah AKU ADALAH SPESIAL. Lalu Guru itu menempelkan stiker itu satu persatu ke semua muridnya sambil mengecup sayang para muridnya itu.
Selesai menempelkan stiker, Guru itu ternyata masih mempunyai banyak lagi stiker. Akhirnya, Guru itu memberikan masing – masing 4 stiker kepada murid –muridnya. Kemudian Guru itu meminta kepada muridnya untuk membagikan stiker tambahan itu kepada kepada orang yang dianggap spesial sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih. Sisa tiga stiker lainnya juga harus diserahkan kepada orang yang dirasa spesial juga oleh orang pertama yang diberi stiker oleh murid itu. Begitu seterusnya.
Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada salah seorang Manajer yang ada disana. Manajer itu adalah orang yang spesial bagi murid pria itu, karena nasihat yang diberikannya telah menjadikannya pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Dan diberikannyalah lagi tiga stiker lainnya untuk diteruskan.
Untuk melanjutkan stiker kasih itu, Manajer itu menemui pimpinannya yang emosional dan sulit untuk didekati, tapi punya pengetahuan luas dan telah memberikan banyak pelajaran hingga Manajer itu menjadi seperti saat ini. Awalnya pemimpin itu terkesima. Namun setelah tahu alasan pemberian stiker itu, ia pun menerimanya dngan haru. Manajer itu juga meneruskan dua stiker yang tersisa kepada Pimpinannya. Pimpinannya lalu memberikan stiker itu kepada putranya yang sering kali dimarahi. Hubungan mereka juga tidak dekat. Anak pemimpin itu sempat kaget, namun segera dikuasainya keadaan dan anak itu memeluk ayahnya. Dari pemberian stiker itu diketahui ternyata anak itu tadinya akan melakukan bunuh diri, karena merasa hidupnya tidak berarti. Selain itu, anaknya itu merasa bahwa ayahnya tidak pernah memperhatikannya. Dari pemberian stiker itu, mereka berdua berjanji untuk saling memperbaiki diri.
Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat semestinya. Memuji orang lain dengan tulus, juga merupakan ilmu hidup yang sehat. Bahkan seringkali pujian yang diberikan di saat yang tepat, akan memotivasi orang yang dipuji. Membuat mereka bertambah maju dan berkembang. Dengan begitu hubungan diantara kita pun akan semakin harmonis. Mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus. Dengan begitu kehidupan kita penuh gairah, damai dan menggembirakan. (hac/detik.com)
Newsflash
Acara-acara di SmartFM Network, seperti Smart Business Talk, Smart Motivation, Smart Character, Smart Business Today, Smart Parenting, Sketsa Indonesia, dan masih banyak lagi, yang merupakan bagian kecil dari upaya kami memerankan fungsi media ini ditengah masyarakat. Karena peran dan fungsi itulah yang menjadi jiwa pemberi makna bagi setiap langkah bagia setiap langkah kami dalam mewujudkan cita-cita.Who's Online
We have 15 guests online
Realtime Live Streaming
Polls
Joomla! is used for?
Smart Programs
- Smart Emotion ( 55 )
- Smart Etos ( 56 )
- Smart Motivation ( 37 )
- Smart Sharing on Sales and Marketing ( 57 )


