Friday, July 30, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Features

Setiap Insan Adalah Spesial

Beberapa hari lalu kita digemparkan dengan sebuah kabar penikaman Prof. Chan Kap Luk yang dilakukan oleh David Hartanto Widjaja, seorang mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa di Nanyang Technology University Singapura. Usai menikam dosennya tersebut, David bunuh diri dengan melompat dari gedung fakultas. Sebelum loncat, dia sempat mengiris pergelangan tangannya hingga mengucurkan banyak darah. Banyak yang terkaget – kaget mendengar berita tersebut, khususnya adalah orang – orang terdekat David. Siapa yang menyangka bahwa David yang pintar dan baik serta pernah ikut Olimpiade Matematika Internasional di Mexico pada tahun 2005 dan memperoleh 3 medali perunggu, bisa membunuh dosennya sendiri. Di duga David kecewa dan frustasi, karena rupanya David telah kehilangan beasiswa Asean Scholarship-nya bulan lalu. Hal tersebut diungkap oleh Juru Bicara Nanyang Technological University kepada The Straits Times melalui email. Dan hal itu tidak pernah diceritakan David kepada yang lain.

David melakukan hal itu pasti karena ada alasan tertentu. Bisa jadi David merasa sudah tidak merasa spesial lagi karena telah kehilangan beasiswanya. Bukan hal yang mudah menghadapi hal ini, apalagi jika ini terus dipendam sendiri.

Berikut ini adalah ilustrasi mengenai penerimaan dan keistimewaan pribadi, yang bisa menginspirasi kita bahwa hidup ini adalah mengenai menempatkan orang pada porsinya.

Alkisah di kelas sekolah dasar, ada seorang Guru yang mempunyai topik bahasan Setiap Insan adalah Spesial. Guru itu berkata bahwa kehadiran manusia di dunia ini begitu berarti dan penting, termasuk anak – anak yang menjadi muridnya. Guru itu juga berkata bahwa semua guru yang mengajar di sekolah itu, pasti menyayangi mereka karena mereka adalah pribadi yang penting dan spesial. Hari ini Guru itu membawa stiker khusus bertuliskan warna merah AKU ADALAH SPESIAL. Lalu Guru itu menempelkan stiker itu satu persatu ke semua muridnya sambil mengecup sayang para muridnya itu.

Selesai menempelkan stiker, Guru itu ternyata masih mempunyai banyak lagi stiker. Akhirnya, Guru itu memberikan masing – masing 4 stiker kepada murid –muridnya. Kemudian Guru itu meminta kepada muridnya untuk membagikan stiker tambahan itu kepada kepada orang yang dianggap spesial sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih. Sisa tiga stiker lainnya juga harus diserahkan kepada orang yang dirasa spesial juga oleh orang pertama yang diberi stiker oleh murid itu. Begitu seterusnya.

Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada salah seorang Manajer yang ada disana. Manajer itu adalah orang yang spesial bagi murid pria itu, karena nasihat yang diberikannya telah menjadikannya pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Dan diberikannyalah lagi tiga stiker lainnya untuk diteruskan.

Untuk melanjutkan stiker kasih itu, Manajer itu menemui pimpinannya yang  emosional dan sulit untuk didekati, tapi punya pengetahuan luas dan telah memberikan banyak pelajaran hingga Manajer itu menjadi seperti saat ini. Awalnya pemimpin itu terkesima. Namun setelah tahu alasan pemberian stiker itu, ia pun menerimanya dngan haru. Manajer itu juga meneruskan dua stiker yang tersisa kepada Pimpinannya. Pimpinannya lalu memberikan stiker itu kepada putranya yang sering kali dimarahi. Hubungan mereka juga tidak dekat. Anak pemimpin itu sempat kaget, namun segera dikuasainya keadaan dan anak itu memeluk ayahnya. Dari pemberian stiker itu diketahui ternyata anak itu tadinya akan melakukan bunuh diri, karena merasa hidupnya tidak berarti. Selain itu, anaknya itu merasa bahwa ayahnya tidak pernah memperhatikannya. Dari pemberian stiker itu, mereka berdua berjanji untuk saling memperbaiki diri.

Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat semestinya. Memuji orang lain dengan tulus, juga merupakan ilmu hidup yang sehat. Bahkan seringkali pujian yang diberikan di saat yang tepat, akan memotivasi orang yang dipuji. Membuat mereka bertambah maju dan berkembang. Dengan begitu hubungan diantara kita pun akan semakin harmonis. Mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus. Dengan begitu kehidupan kita penuh gairah, damai dan menggembirakan. (hac/detik.com)

Newsflash

Sebagai orangtua kita selalu mempunyai harapan tinggi untuk anak – anak kita. Karena itu doa yang meluncur dari mulut kita pastilah yang baik – baik. Dari mulai dimudahkan jalan rejekinya, kepintarannya dan lain sebagainya. Dan tanpa disadari segala kemudahan yang terucap dalam doa kita terkadang malah membuat anak kita menjadi manja. 

Who's Online

We have 14 guests online

Realtime Live Streaming

Polls

Joomla! is used for?

Disclaimer

Important: This demo is purely for demonstrative purposes. Content displayed is showcased as sample data. All images are copyrighted to their respective owners. All content cited is derived from their respective sources.

Login Form