Friday, March 12, 2010
   
Text Size

Site Search powered by Ajax

Features

Prasangka

Berdasarkan wikipedia prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek tersebut. Sebagai manusia kita pasti suka berprasangka. Entah itu prasangka baik maupun buruk. Namun sangat dianjurkan agar kita selalu berprasangka baik, agar tercipta persahabatan dan perdamaian. Cuplikan cerita berikut ini adalah akibat dari berprasangka buruk yaitu penyesalan.

 

Di suatu masa tinggalah seorang janda miskin bersama seorang putrinya yang berusia 9 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Ibu membuat kue dan menjualnya di pasar. Sementara sang anak, Putri, tidak pernah bermanja – manja kepada ibunya karena hidup yang kekurangan itu. 

Suatu hari pada musim dingin, saat sang Ibu selesai membuat kue, beliau baru tersadar ternyata keranjang yang biasa digunakannya untuk menjajakan kuenya rusak berat. Lalu pergi Ibu itu keluar rumah untuk membeli keranjang. Sebelumnya, Ibu meminta Putri untuk tetap tinggal di rumah karena cuaca dingin. Sepulangnya dari membeli keranjang, Ibu kaget karena pintu rumahnya terbuka tanpa ada Putri di dalamnya. Amarah Ibu spontan memuncak. Dikiranya Putri tengah bermain bersama teman - temannya. Setelah selesai menyusun kue di keranjang untuk dijual ke pasar, Ibu lalu pergi. Dinginnya salju tidak menyurutkan tekadnya. Namun kali ini Ibu mengunci pintu rumahnya. Itu dilakukannya sebagai hukuman kepada Putri yang tidak mematuhi pesannya. Ibu berharap Putri akan kapok setelah di hukum. 

Sepulang dari pasar, mata Ibu jadi nanar saat menemukan anaknya tergeletak kaku di depan pintu. Putri mati kedinginan. Sambil menjerit histeris dan dengan susah payah, dipindahkannya Putri kedalam rumah sambil berusaha membangunkannya. Diguncang – guncangkannya Putri. Putri tetap diam tak bergerak sama sekali. Tiba – tiba dari tangan Putri terjatuh sebuah bungkusan kecil berisi Biskuit dan secarik kertas yang sudah rusak. Dengan tergesa – gesa Ibu memungut biskuit dan tulisan Putri yang berantakan namun masih terbaca jelas. 

“ Ibuku tersayang...Ibu pasti lupa dengan hari istimewa ibu yah...Ini, Putri membelikan biskuit kesukaan Ibu...Tapi sayang, karena uangnya tidak cukup, jadi Putri belikan biskuitnya yang kecil saja...Putri juga minta maaf ya Bu karena Putri melanggar pesan Ibu untuk tetap di rumah..Selamat Ulang Tahun, Bu...Putri selalu sayang Ibu...”

Selesai membaca tulisan itu, meledaklah tangisan Ibu. 

Prasangka sering mendatangkan petaka. Kalimat ini nampaknya cocok untuk menggambarkan kisah di atas tadi. Penyesalan, biasanya datang menyusul di belakang. Begitu banyak masalah di dunia muncul karena prasangka negatif. Maka dibutuhkan kedewasaan dalam mengendalikan pikiran, agar kebiasaan berprasangka tidak kita layani begitu saja. Hilangkan saja prasangka buruk dan ganti dengan berpikir positif dan hati – hati. Dengan demikian maka dimungkinkan hubungan yang harmonis dan membahagiakan antara kita dan orang lain. (hac)

 

Newsflash

Para psikolog mengatakan bahwa pikiran kita mentransfer data visual ke dalam format audio dahulu untuk memahami suatu pesan tertulis. Selanjutnya, yang terdengar akan bertahan jauh lebih lama dalam ingatan disbanding yang terlihat. Itu sebabnya, telinga kita lebih superior daripada mata.

 

Who's Online

We have 11 guests online

Realtime Live Streaming

Polls

Joomla! is used for?

Disclaimer

Important: This demo is purely for demonstrative purposes. Content displayed is showcased as sample data. All images are copyrighted to their respective owners. All content cited is derived from their respective sources.

Login Form